Sunday, June 15, 2008

.....Blessed to Bless Part 5 (5 June: Tapang Sambas).

Lanjutan dari Part 4....

Languge: Broken Indo


Sebelum saya lanjutkan cerita di tapang sambas.. kita ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung mission trip ini, mulai dari senders to donators.. Terimakasih buat doa2nya yang selalu menguatkan team ini ketika menghadapi masa-masa susah...

Ini ada sebuah "surat" yang ditulis pada WWII judulnya Who am I...

===========================================================

Who Am I?
by Dietrich Bonhoeffer
Dietrich Bonhöffer, a young theologian of great promise, was martyred by the Nazis for his participation in a plot against the life of Adolf Hitler. ==============================================================
Who am I? They often tell me
I stepped from my cell’s confinement
Calmly, cheerfully, firmly,
Like a squire from his country-house.
Who am I? They often tell me
I used to speak to my warders
Freely and friendly and clearly,
As though it were mine to command.
Who am I? They also tell me
I bore the days of misfortune
Equally, smilingly, proudly,
Like one accustomed to win.

Am I then really all that which other men tell of?
Or am I only what I myself know of myself?
Restless and longing and sick, like a bird in a cage,
Struggling for breath, as though hands were
compressing my throat,
Yearning for colors, for flowers, for the voices of birds,
Thirsting for words of kindness, for neighborliness,
Tossing in expectation of great events,
Powerlessly trembling for friends at an infinite distance,
Weary and empty at praying, at thinking, at making,
Faint, and ready to say farewell to it all?

Who am I? This or the other?
Am I one person today and tomorrow another?
Am I both at once? A hypocrite before others,
And before myself a contemptibly woebegone weakling?
Or is something within me still like a beaten army,
Fleeing in disorder from victory already achieved?
Who am I? They mock me, these lonely questions of mine.
Whoever I am, Thou knowest, 0 God, I am Thine!

March 4,1946

=================================================================

5 June 2008.

Perjalanan dari Manis raya ke Tapang sambas cukup singkat. Dalam waktu kurang dari sejam kita sudah sampai di Tapang Sambas. Transportasi yang dipakai adalah opret? (mikrolet kecil) untuk kita dan satu truck untuk mengangkut barang2 kita. Pdt.Cion, GI Yohanes ikut dalam truck (duduk didepan tentunya)....

Tapang sambas.. (sudah ada gerejanya) kita disambut oleh Pdt. Benjamin (org NTT) dan Ibu Benjamin (Orang Dayak) yang mempersiapkan makanan khas disana, hmn kalo tidak salahnya namanya rempung? or repung?? *bisa diklarifikasi dengan Pdt. Johnny*. Repung itu adalah nasi (beras merah+ ketan) yang dibungkus dengan daun pisang dan dimasukin kedalam bambu trs dimasak....

Setelah santapan pembuka (appetizer) kita pun bersantap siang (lunch) ruar biasa.. team kita selama perjalanan dikasi makan terus..sampai ada quote of the week:
" Kita sudah lupa apa itu lapar, Kita Makan sebelum lapar dan kenyang seblm makan "

Oh yah disamping gereje Gepembri Tapang sambas ada banyak piaraan babi.. lucu2 babinya.. ada BJJS (Babi jalan-jalan sore) dan kita sempat meliat babi2 kecil berebutan menyusui induknya dan babi nakal yang sempat divideoin ama Suhandy hahahaha.


15.00-17.00 WIB - Sekolah Minggu

Setelah beristirahat sejenak kita pun bersiap2 dalam pelayanan anak.. Anak2 di tapang sambas juga baik2 (sekitar 30an) dan suka bernyanyi... lagi2 kita belajar lagu baru dari anak2 disana.. spt Lagu Efesus 6 ayat 1.... Tentunya kita tetap semangat dalam pelayanan ini, karena setiap pelayanan selalu dibuka dalam nama Tuhan dan ditutup dalam nama Yesus.. Roma 11:36.

Setelah selesai sekolah minggu, kita siap2 untuk KKR.. KKR malam nanti yang bertugas sebagai liturgos Suhandy. Pengkhotbah GI Yohanes..


Observasi: Suhandy sedikit demam, apakah itu kebanyakan konsen buat KKR malamnya..

Oh yah saya lupa mengasihtau kalo di Manis Raya, suhandy juga sempat membuat balon (balon sculpture) yang menyerupai anjing dan anjing buat anak2 di Manis Raya..



Jam 19.00 WIB - KKR

KKR dihadiri banyak orang dan berjalan dengan lancar.. GI Yohanes tidak lagi melibatkan kita dalam acara penyembuhan "total" dia... Dalam KKR yang menjadi pemusik adalah Ibu Benjamin.. Suaranya keras dan begitu semangat dalam memuji Tuhan benar2 membuat kita kagum..

Observasi:
- Ribka, buah hati dari Pdt. Benjamin bangun dari tidurnya pas khotbah (selama tidur, ia digendong ama Pdt.Benjamin) setelah bangun, ribka berjalan kesana kemari dan melihat anjing yang tidur ddalam gereja.. lebih tepatnya di sebelah kanan GI Yohanes.. mungkin merasa ini kurang tepat, ribka berusaha mengusir anjingnya dengan baik-baik (pake kata2 yang hanya bisa dipahami oleh ribka)..eh anjingnya ga mao pergi, terpaksa dia mengeluarkan jurus injakan dan anjingnya pun pegi... lucu sekali sodara2.................................

Dalam khotbahnya GI Yohanes bertanya kepada jemaat tapang sambas tentang berkat dari Tuhan, ada satu jawaban jemaat yang cukup unique menurut saya:
- Saya adalah guru SD, bersyukur bisa menerima gaji dan tadi siangnya sempat menjual beberapa log kayu, lumayan dapat sekitar Rp 800 ribu...

Saya merasa jawaban ini unique karena kepolosan dan kelengkapan dari jawaban ini .. akan sangat berbeda kalo pertanyaan GI yohanes dilontarkan ke jemaat yang ada di kota....

Selingan
Tapang Sambas supposed menjadi tempat yang angker eh tau2nya kita malahan ketawa terus... banyak statement lucu2 yang keluar sewaktu kita mempersiapkan diri untuk tidur:
- Maesa : Hentikan omongannya yang tidak suci ini
- Tjutjun: Ayo milih2 burung.................
(karena kita tidur berkelambu... kelambunya kita bawa dari sg dan bentuknya spt sangkar burung geto)

Kosakata baru:
- Haslim: Perasaanku kok tidak enak yah.. >> artinya mo ke toilet


Doa untuk Tapang Sambas:
- Doa untuk jiwa-jiwa baru yang akan dimenangkan
-Doa untuk pelepasan dari kuasa kegelapan yang sangat kenal di daerah Tapang Sambas ini
- Doa untuk Pdt.Benjamin dan Keluarga, biarlah Kasih Karunia dan kekuatan dari Tuhan Yesus selalu menyertai Pdt. Benjamin dan keluarga dalam pelayanannya
- Doa untuk pertumbuhan dan kedewasaan rohani jemaat gepembri di tapang sambas
- Doa untuk pelayanan sekolah minggu di gepembri tapang sambas supaya bisa menjadi berkat buat anak2 disana...

SMS dari Yuyun (Tjutujun)- Indahnya

Sebelum saya tutup posting part 5 ini, izinkanlah saya mengakhiri dengan sebuah sms Indah dari Tjutjun (Yuyun) yang baru saya terima siang ini:

" MT ke kalbar bener2 membukakan mata sy ttg luasnya ladang pelayanan terutama di Indo. Dalam pelayanan kami, bkn sj kami berbagi berkat dgn sesama jemaat Tuhan di sana, tp kami pun merasakan hujan berkat lwt penduduk, yg dlm kekurangannya msh mampu memberi dan memuji Tuhan dgn suka cita. Diakhir MT ini, sy py satu komitmen. Sy yg diberkati dgn pendidikan, kesehatan dan fasilitas di Sgp, hrs melayani Tuhan dgn lbh maksimal. Juga lbh semangat memberitakan Kabar baik spt Tuhan perintahkan dlm Mat. 28:19-20"



Bersambung ------------part 6..........................

No comments: