Thursday, June 12, 2008

.....Blessed to Bless Part 1 (1-2 June). (Caution: Panjang, Coffee might be helpful)

(Language: Broken Indo)

Mission Trip Kal-Bar adalah my "first" mission trip.. It simply neva came across my mind, kalo saya akan ikut team GPO-GPBB dalam menyebarkan kabar baik.. Masih ingat, 7 tahun yang lalu dimana saya menolak injil dan sampai mengembalikan alkitab yang sudah dikasi ama temen. Dalam secarik kertas yang saya selipkan ke alkitabnya, ku tulis demikian: "........Thanks for your sharing.. to be frank, it is hard to imagine myself as a Christian.. Your concept of redemption is ridiculous and I don't really bother about the existence of hell and heaven... don't keep pestering me about bible and God.. If you believe in your God, just pray and one day I might be converted so please let me alone....." Nama temen ku itu adalah Joke(TP) (Noni (GPO) mungkin masi ingat)...

saat itu saya adalah pluralis-humanist.. ku sering ikut community service, humanitarian project yang diadakan di sekolah dan punya visi dalam humanitarian... Saya selalu pikir humanism-humanitarian adalah salah satu solusi buat dunia agama yang selalu merasa dirinya paling bener..

Di university, Ku sempat bikin beberapa artikel dalam compilation "Book of Color (2/7/2006)" yang mengambarkan kalo relasi manusia dengan pencipta adalah sebuah preference..

"Hitam tidak akan pernah menjadi hitam kalo tidak ada warna putih yang kontras dan kita tidak akan pernah menyukai warna hijau kalo tidak ada warna biru yang tidak kita sukai (hitam, putih, hijau, biru cuman sekedar contoh) Dunia ini sengaja diciptakan oleh Pencipta kita berbeda2 sehingga kita bisa saling menghargai satu sama lain tetapi satu hal yg paling penting dari maksud Pencipta kita adalah biarlah kita LEBIH BISA MENGHARGAI AND MERASAKAN KEINDAHAN DARI DALAM DIRI KITA....Apakah orang bisa merasakan kuning itu bagus kalo tidak ada warna item yg dia tidak sukai??? " -Kutipan Book of Color'06.

Mungkin orang seperti saya dikenal didunia Christianity sebagai postmo, dimana ada kecenderungan menganggap kebenaran itu relatif, etc.. satu hal yang saya percaya adalah "manusia akan cenderung menjadi lebih baik kalau dikasi kesempatan untuk berbuat baik " menambah apa yang Thomas Hobbes rumuskan dalam homo homini lupus.. (to be continued, kenapa saya yang dulunya begitu postmo, humanist bisa jadi christian)

Back to mission trip sharing

singkatnya Tuhan masih mengasihi saya dan saya diberi kesempatan untuk mengenal dia dan pada bulan Nov 2007 saya punya dibaptis dengan imam tentunya karena masih banyak sekali pertanyaan yang masi tergiang2 dalam benak saya... Kemudian Tuhan menunjukkan belas kasihan kepada saya dengan memberikan kesempatan kepada saya untuk ikut mission trip ke KalBar 1-11 June 2008...

1 June - Batam:

Puji Tuhan, ada jemaat GPBB, Pak Aleong yang telah menyediakan akomodosi,transportasi dan segala perlengkapan kami selama di Batam.... Kami sampai di Batam sekitar jam 830 dijemput Pdt Daniel dan Pak Apao dengan mobil (tentunya).. (nunggu sekitar 20 mins di Batam Centre karena fonny lagi menunggu rekan pekerja (Guru?) misi di Pulau yang tidak tahu jalan sehingga dia harus naik motor mengikuti mobil kita) menuju Pelita. sampai dipelita kita unloaded luggages dan dengan squad yang sama (fonny tidak ikut karena ada urusan dengan rekan pekerja misi?) kita menuju Grace Home tentu bukan perjalanan yang mulus karena harus tersesat 2 kali dan temtunya nanya orang juga tidak membantu.. sampe di Grace home kita salam2an, liat2an rumah Grace dan loading 8 kardus (isinya bingkisan)yang luar biasa.. tidak lupa juga segepok Rp diserah terimakan kepada Maesa (Bendahara)... Dalam perjalanan pulang ke pelita, kita mampir ke warung ibu acin untuk membeli satu lusin air aqua (bukan topqua sodara2!!) + 1 bungkus garam (yang nantinya berperan besar dalam proses pembunuhan keong tanpa rumah yang disalahmengertikan sebagai lintah, poor keong!!!).... Suhandy (ketua) menunjukkan kebolehannya dalam bargaining alhasil kita dapat diskon Rp 500, harga garam dari Rp1.5K menjadi Rp1K.. huray!!!....

Setelah nyampe pelita, kita mengangkat luggage pribadi ke kamar masing2 dan setelah itu kita buru2 turun dan keluar (waktu menunjukkan jam 2130 WIB). Adapun tujuan dari kita buru2 turun adalah dengan satu misi yang sama.. Menuju ke satu rumah makan disebelah rumah Pak Aleong yang konon kabarnya terkenal dengan ayam bakar taliwang... hohoho namun terpaksa kami gigit jari (ada yang gigit rambut??) karena ayamnya ternyata abis sodara-sodara!!.. Tentunya tim mission trip ini tidak mudah menyerah (namanya mo mission), tidak ada ayam bakar; ubi,pisang, tempe goreng, martabak dan bakso pun jadi.. Akhirnya kita memutuskan untuk makan2 makanan tersebut ditepi jalan...

Adapun observasi menarik : Maesa >> makan dengan rasa terharu yang ruar biasa seperti udah lama tidak makan makanan tersebut, karena begitu terharunya, makanya bertanyalah kita kepada Maesa, kapan terakhir kali pulang indo?? Jawabanya.. sodara2.. unexpected " 4 bulan yang lalu" Gyaboo!!!!!

Suhandy, sepanjang malam telp trs.. Ke Pdt Cion (Ketua Klasis KalBar), Jerry, etc......


Abis makan kita pulang ke pelita, mandi, tentunya ada persekutuan dan doa dipimpin Bapak Gembala Sidang, Pdt.Johnny Silas Hermawan... trs ZzzzZZzzz

2 June 2008

Bangun jam 6-7 pagi, mandi trs siap2 sarapan, bihun goreng??(saya lupa2 ingat) sudah terhidang di meja makan..maka kita pun memakan sambil ditemenin teh manis tentunya...setelah makan kita menunggu Pdt.Daud (temennya Gembala Sidang kita) yang akan membawa kita "jalan-jalan". Destinasi pertama, Ambil tiket pesawat kemudian dilanjutkkan dengan shopping di Plaza Top 100... Banyak sekali kita membeli barang-barang disana seperti autan, tissue basah etc.. tentunya saja kita menyempatkan diri jajan batagor (Maesa terharu lagi) dan jus buah yang seger dan relatif murah..

Observasi: Haslim telat karena keasikan membaca majalah di kios majalah, lagi bergumul mo beli majalah Tempo, SWA atou warta ekonomi (maklum budget terbatas).......

jam 11.45 WIB kita balik ke pelita, suasana sedikit chaotic+panas (panasnya banyak) karena angkat2 dan Pdt. kita menunjukkan talenta yang terpendam yakni mengikat box karton dengan tali rafia... ruar biasa... Setelah itu kita cepat2 menuju ke airport dan checkin..

Perjalanan dari airport menuju pesawat penuh dengan perjuangan karena kita harus membuka kardus bingkisan kita dan menjelaskan ke om-om pegawai imigrasi. Kemudia ada kendala lain lagi yakni OFF (mosquito repellent) kita tidak diperbolehkan setelah melalui proses tawar menawar yang alot (tidak ada biaya yg terkucur) dengan pegawai airport, OFF kita bisa dibawa dengan cara dititipkan ke pramugara/i Batavia Air...

Oh yah lupa update: team kita lunch diairport bukan dilapangan terbang seperti kata Suhandy...


Take off------------
---------------------------FASTEN Your SEAT BELT--------------------------------
Pesawat ini akan mendarat di Pontianak dalam beberapa saat lagi


Pontianak - Temp:32 C

(to be continued di Part 2)

Comment: Kok Panjang sekali yahhh !!! hahahaha

No comments: